27 #OnePerfectShot: bagian empat

APRIL, bulan yang identik dengan Raden Adjeng Kartini dan emansipasi. Mengutip pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata “emansipasi” adalah (1) pembebasan dari perbudakan, atau (2) persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dan di dalam masyarakat patriarki yang sungguh menyebalkan saat ini, kata “emansipasi” melekat dalam perjuangan mendapatkan persamaan dan kesetaraan hak bagi kaum perempuan. Dan bulan April, bulan lahirnya Kartini yang selalu menjadi rujukan dan inspirasi dalam memperjuangkan hak perempuan, gaung emansipasi disuarakan dengan lebih keras dan lebih lantang.

Di tengah-tengah euforia perayaan seremonial tahunan yang banal setiap April datang, kita juga mesti berani untuk mempertanyakan kembali makna dan mendekonstruksi ulang konsep emansipasi di masa sekarang ini. Sebab emansipasi bukan melulu tentang membolehkan perempuan berkarier di luar rumah atau sekadar mengapresiasi perempuan yang bisa melakukan sesuatu yang lazim dilakukan oleh lelaki. Sebab emansipasi adalah perjuangan untuk memanusiakan perempuan, sebagaimana lelaki. Sebab emansipasi, meminjam pengertian Hasanudin Abdurakhman dalam kolomnya di situs Detik, “membangkitkan kesadaran bahwa perempuan adalah ibu bagi setiap manusia, sehingga tak ada ruang lagi untuk memandang mereka tidak setara dengan laki-laki”.

Lalu, dimulai pada akhir bulan Maret kemarin sampai — setidaknya — Pilkada DKI Jakarta kelar (atau bahkan bisa terus berlanjut sampai entah), politik identitas dan segregasi dimunculkan oleh para peserta Aksi Bela Islam 313 melalui kampanye klaim kepribumian yang konyol cum banal, dan …

… mari mempersetankan basa-basi tiga paragraf pembuka saya di atas. Jujur, saya tidak tahu harus membuka tulisan ini dengan kalimat seperti apa agar terkesan menarik, (sok) intelek, dan mengikuti isu kekinian. Padahal mah ~

Maklumi saja. Oke? HA! HA! HA! HA! HA!

Sebenarnya saya cuma ingin kasih lihat 27 one perfect shot dari film-film yang pernah saya tonton — sendirian di kamar kos atau berdua bersama sang kekasih. Sama seperti bagian satu, dua, dan tiga, semua gambar yang ada di daftar kali ini tidak saya susun berdasarkan urutan atau peringkat tertentu. Semua yang ada di sini, bagi saya, merupakan potongan sempurna dan indah dari karya sinematik yang pernah dibikin dan berhasil saya tonton.

1/27 — The Shallows (2016) || Sinematografer: Flavio Labiano || Sutradara: Jaume Collet-Serra

2/27 — Upstream Color (2013) || Sinematografer dan sutradara: Shane Carruth

3/27 — The Help (2011) || Sinematografer: Stephen Goldblatt || Sutradara: Tate Taylor

4/27 — A Separation (2011) || Sinematografer: Mahmoud Kalari || Sutradara: Asghar Farhadi

5/27 — The Age of Adaline (2015) || Sinematografer: David Lanzenberg || Sutradara: Lee Toland Krieger

6/27 — Respire (2014) || Sinematografer: Arnaud Potier || Sutradara: Mélanie Laurent

7/27 — The Babadook (2014) || Sinematografer: Radoslaw Ladczuk || Sutradara: Jennifer Kent

8/27 — Inside Llewyn Davis (2013) || Sinematografer: Bruno Delbonnel || Sutradara: Joel Coen dan Ethan Coen

9/27 — Sing Street (2016) || Sinematografer: Yaron Orbach || Sutradara: John Carney

10/27 — Another Earth (2011) || Sinematografer dan sutradara: Mike Cahill

11/27 — Carol (2015) || Sinematografer: Edward Lachman || Sutradara: Todd Haynes

12/27 — The Hurt Locker (2008) || Sinematografer: Barry Ackroyd || Sutradara: Kathryn Bigelow

13/27 — Goodnight Mommy (2014) || Sinematografer: Martin Gschlacht || Sutradara: Veronika Franz dan Severin Fiala

14/27 — Drive (2011) || Sinematografer: Newton Thomas Sigel || Sutradara: Nicolas Winding Refn

15/27 — Persona (1966) || Sinematografer: Sven Nykvist || Sutradara: Ingmar Bergman

16/27 — The Lobster (2015) || Sinematografer: Thimios Bakatakis || Sutradara: Yorgos Lanthimos

17/27 — Fight Club (1999) || Sinematografer: Jeff Cronenweth || Sutradara: David Fincher

18/27 — Melancholia (2011) || Sinematografer: Manuel Alberto Claro || Sutradara: Lars von Trier

19/27 — Kurt Cobain: Montage of Heck (2015) || Sinematografer: Jim Whitaker, Nicole Hirsch Whitaker, dan Eric Edwards || Sutradara: Brett Morgen

20/27 — Viridiana (1961) || Sinematografer: José F. Aguayo || Sutradara: Luis Buñuel

21/27 — Istirahatlah Kata-kata (2017) || Sinematografer: Bayu Prihantoro Filemon || Sutradara: Yosep Anggi Noen

22/27 — Ida (2013) || Sinematografer: Lukasz Zal dan Ryszard Lenczewski || Sutradara: Pawel Pawlikowski

23/27 — The Voices (2014) || Sinematografer: Maxime Alexandre || Sutradara: Marjane Satrapi

24/27 — Scott Pilgrim vs. the World (2010) || Sinematografer: Bill Pope || Sutradara: Edgar Wright

25/27 — Up in the Air (2009) || Sinematografer: Eric Steelberg || Sutradara: Jason Reitman

26/27 — Wild Strawberries (1957) || Sinematografer: Gunnar Fischer || Sutradara: Ingmar Bergman

27/27 — The Seventh Seal (1957) || Sinematografer: Gunnar Fischer || Sutradara: Ingmar Bergman

* * * * *

Karena saya juga tidak tahu harus menutup daftar one perfect shot kali ini dengan apa, dan juga tidak ingin menutupnya dengan kalimat motivasi murahan, maka saya sarankan kamu menonton video cover lagu dari Rachel Sutanto dan Postmodern Jukebox untuk penyegaran saja, jangan berpikiran yang macam-macam.

Dan terakhir — semoga saya dan kamu tidak lupa bahwa, sampai tulisan ini saya ketik, para “Kartini Kendeng” masih berjuang mempertahankan tanah hidupnya dari kepungan duet jahanam negara dan kapitalisme. Mereka masih keukeh dan gigih melawan ketidak-adilan demi memastikan agar anak-cucu nantinya tidak mati berkalang semen di masa mendatang. Mereka telah membulatkan tekad menjadi barisan terdepan untuk menyelamatkan sawah, alam, dan masa depan. Solidaritas dan panjang umur perjuangan! Panjang umur perlawanan! []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s