27 #OnePerfectShot: bagian tiga

SAYA mengetik tulisan ini setelah kelar menonton pertandingan babak 16 besar Liga Champions Eropa 2016/17 antara FC Porto vs. Juventus melalui layangan streaming yang tidak terlalu lancar. “Sial! Bangsat!” umpat saya ketika tampilan video streaming macet, sementara Marko Pjaca sukses bikin gol debutnya untuk Juve musim ini. Dan yang lebih bangsat lagi adalah, dua menit setelah gol Pjaca, Juve sukses menggandakan angka — kali ini melalui sepakan Dani Alves — namun layanan streaming saya masih belum beres. Sampai pertandingan berakhir, skor pertandingan tidak berubah: Juve menang 2-0 di kandang FC Porto, jalan ke babak perempat-final terbuka lebar.

Sepekan terakhir ini saya lewatkan dengan bermalas-malasan di kamar kos untuk menonton film, mendengarkan lagu, dan membaca buku. Malang menjadi Malang seperti yang dulu saya kenal: sering hujan dan dinginnya jahanam. Sementara itu … nyaris semua orang di sini tenggelam dalam drama Pilkada yang ya begitulah. Ada yang saling serang, ada yang sok bela ini-itu, tidak sedikit yang menyebar kebencian dan hoax, bahkan ada juga yang mendadak suka curhat di media-sosial setelah dulunya lebih suka membikin album musik. Di balik riuh-rendah itu, saya lebih tertarik untuk mengira-ngira alasan di balik penetapan H+1 Valentine’s Day sebagai hari pelaksanaan Pilkada. Setidaknya menurut saya, setelah merenung dan menghabiskan satu porsi Nasi Goreng Jancok, ada dua alasan penting terkait hal itu: (1) demi mengurangi “pencoblosan” yang belum “sah” yang diklaim banyak terjadi dalam momen perayaan Hari Kasih Sayang, dan (2) KPU sepertinya ingin memberikan sentuhan nuansa cinta dalam Pilkada di tahun 2017 ini. (Mbok ya jangan terlalu serius gitu bacanya, selow saja. HA! HA! HA!)

Ah, mari mempersetankan Pilkada dan drama recehnya. Di bawah ini saya ingin kasih tunjuk 27 one perfect shot dari film-film yang pernah saya tonton — sendirian di kamar kos atau bersama sang kekasih — untuk menjaga pikiran tetap waras. Seperti halnya bagian satu dan dua, semua gambar yang ada di bagian tiga ini saya susun tidak berdasarkan urutan atau peringkat tertentu; bagi saya, semua gambar yang ada di daftar kali ini adalah potongan-potongan sempurna dan indah dari dunia sinema. Dan satu lagi: Elena Tonra (vokalis Daughter) itu manisnya bikin ketagihan. Ting a ling!

1/27 — Perfect Sense (2011) ||Sinematografer: Giles Nuttgens || Sutradara: David Mackenzie

01-perfect-sense-2011

2/27 — Inglourious Basterds (2009) || Sinematografer: Robert Richardson || Sutradara: Quentin Tarantino

02-inglourious-basterds-2009

3/27 — Munich (2005) || Sinematografer: Janusz Kaminski || Sutradara: Steven Spielberg

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Janusz Kamiński. (gambar: OPS)

4/27 — Respire (2014) || Sinematografer: Arnaud Potier || Sutradara: Mélanie Laurent

04-respire-2014

5/27 — Take Shelter (2011) || Sinematografer: Adam Stone || Sutradara: Jeff Nichols

05-take-shelter-2011

6/27 — Blue Velvet (1986) || Sinematografer: Frederick Elmes || Sutradara: David Lynch

06-blue-velvet-1986

7/27 — The Discreet Charm of the Bourgeoisie (1972) || Sinematografer: Edmond Richard || Sutradara: Luis Buñuel

07-the-discreet-charm-of-the-bourgeoisie-1972

8/27 — Savages (2012) || Sinematografer: Dan Mindel || Sutradara: Oliver Stone

08-savages-2012

9/27 — Upstream Color (2013) || Sinematografer dan sutradara: Shane Carruth

09-upstream-color-2013

10/27 — Another Earth (2011) || Sinematografer dan sutradara: Mike Cahill

10-another-earth-2011

11/27 — The Exterminating Angel (1962) || Sinematografer: Gabriel Figueroa || Sutradara: Luis Buñuel

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Gabriel Figueroa. (gambar: OPS)

12/27 — Lights Out (2016) || Sinematografer: Marc Spicer || Sutradara: David F. Sandberg

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Marc Spicer. (gambar: "Rotten Tomatoes")

13/27 — Cela s’appelle l’aurore (1956) || Sinematografer: Robert Le Febvre || Sutradara: Luis Buñuel

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Robert Le Febvre. (gambar: IMDb)

14/27 — By the Sea (2015) || Sinematografer: Christian Berger || Sutradara: Angelina Jolie

14-by-the-sea-2015

15/27 — The Babadook (2014) || Sinematografer: Radek Ladczuk || Sutradara: Jennifer Kent

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Radek Ladczuk. (gambar: IMDb)

16/27 — Drive (2011) || Sinematografer: Newton Thomas Sigel || Sutradara: Nicolas Winding Refn

16-drive-2011

17/27 — A Separation (2011) || Sinematografer: Mahmoud Kalari || Sutradara: Asghar Farhadi

17-a-separation-2011

18/27 — The Last Witch Hunter (2015) || Sinematografer: Dean Semler || Sutradara: Breck Eisner

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Dean Semler. (gambar: "Horror Fuel")

19/27 — Sing Street (2016) || Sinematografer: Yaron Orbach || Sutradara: John Carney

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Yaron Orbach. (gambar: "Culture Trip")

20/27 — Two Days, One Night (2014) || Sinematografer: Alain Marcoen || Sutradara: Dardenne Bersaudara

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Alain Marcoen. (gambar: OPS)

21/27 — The Hurt Locker (2008) || Sinematografer: Barry Ackroyd || Sutradara: Kathryn Bigelow

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Barry Ackroyd. (gambar: OPS)

22/27 — Goodnight Mommy (2014) || Sinematografer: Martin Gschlacht || Sutradara: Veronika Franz dan Severin Fiala

22-goodnight-mommy-2014

23/27 — Inside Llewyn Davis (2013) || Sinematografer: Bruno Delbonnel || Sutradara: Coen Bersaudara

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Bruno Delbonnel. (gambar: IMDb)

24/27 — The Help (2011) || Sinematografer: Stephen Goldblatt || Sutradara: Tate Taylor

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Stephen Goldblatt.

25/27 — Mr. Robot (2015): Season 1 Episode 2 || Sinematografer: Tim Ives || Sutradara: Sam Esmail

25-mr-robot-2015-season-1-episode-2

26/27 — The Shallows (2016) || Sinematografer: Flavio Labiano || Sutradara: Jaume Collet-Serra

26-the-shallows-2016

27/27 — The Age of Adaline (2015) || Sinematografer: David Lanzenberg || Sutradara: Lee Toland Krieger

#OnePerfectShot; sinematografi oleh David Lanzenberg. (gambar: IMDb)

* * * * *

Ah iya, saya lupa. Di bulan ini — setelah perasaan saya diaduk-aduk dengan syahdu oleh film superkeren macam Istirahatlah Kata-kata (2017) — ada momen yang bikin saya geram, marah, dan sedih pada saat yang bersamaan. Apa lacur: siapa yang tidak geram, marah, dan sedih ketika sepulang membudak malah mendapati kabar tenda perjuangan dan musala ibu-ibu dan para petani Kendeng dibakar? Teror, intimidasi, dan kekerasan masih terus-terusan dilakukan oleh negara dan kapitalisme untuk membungkam teriakan menuntut keadilan dari ibu-ibu dan para petani Kendeng. Kemarin, hari ini, besok, sampai kapan pun, solidaritas saya tidak bakal pernah menyusut untuk Ibu-ibu Pemberani dan Para Petani Pejuang Kendeng: tetap kuat dan selalu waspada. Panjang umur perlawanan!

Tabik. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s