30 Day Movie Challenge

30 Day Movie Challenge. (gambar: "Twitter")
30 Day Movie Challenge. (gambar: “Twitter”)

AKHIR-akhir ini banyak sekali postingan tematik “30 Day … Challenge” berseliweran di media-sosial. Entah siapa yang pertama kali memulai “tantangan” model seperti ini di dunia maya. Saya masih ingat ketika tagar #30DayMusicChallenge mulai muncul di penghujung tahun 2016 kemarin, linimasa media-sosial saya dipenuhi dengan postingan berbagai macam judul lagu setiap harinya. Dan pada akhir bulan kemarin, saya menemukan gambar 30 Day Movie Challenge yang diunggah oleh salah satu kawan saya di Twitter, dan kemudian dia mulai rutin pamer dengan mencuitkan satu judul film per hari yang pernah dia tonton sesuai dengan tema harian dalam tantangan itu.

Sebagai salah satu movie-snob yang tidak sombong, rajin tersenyum, dan baik hati, saya seperti memiliki beban tanggung jawab moral untuk ikut meramaikan 30 Day Movie Challenge itu, untuk ikut memamerkan judul film yang pernah saya tonton (dan saya ulas di blog ini). Namun karena saya adalah budak kantoran yang malas dan kurang telaten untuk memposting satu judul film per hari di media-sosial, maka seperti yang pernah saya lakukan untuk meramaikan #30DayMusicChallenge, saya memilih untuk menuliskannya di sini pada hari Minggu sore yang dingin dan mendayu-dayu.

Semua judul film dalam daftar di bawah ini adalah film-film yang pernah saya tonton dan beberapa di antaranya sudah saya tulis ulasannya di blog ini. Silakan saja menganggap daftar di bawah ini sebagai daftar rekomendasi tontonan yang harus kamu tonton (bersama kekasih atau sendirian di kamar kos yang pengap) sebelum kamu mati, atau terserah kamu menganggapnya sebagai apa pun. Tidak ada paksaan. Yang jelas adalah saya cuma pengin pamer judul film yang pernah saya tonton doang. Itu saja: tidak lebih, tidak kurang.

Ya sudahlah, cukup segitu saja basa-basinya. Tanpa berlama-lama lagi, ini daftar 30 Day Movie Challenge saya:

— Day 01: Your favorite movie —
>> Istirahatlah Kata-kata (2017), sutradara dan penulis naskah: Yosep Anggi Noen.

— Day 02: The last movie you watched —
>> Frank & Lola (2016), sutradara dan penulis naskah: Matthew Ross.

— Day 03: Your favorite action/adventure movie —
>> Inglourious Basterds (2009), sutradara dan penulis naskah: Quentin Tarantino.

— Day 04: Your favorite horror movie —
>> Antichrist (2009), sutradara dan penulis naskah: Lars von Trier.

— Day 05: Your favorite drama movie —
>> Respire (2014), sutradara: Mélanie Laurent, penulis naskah: Mélanie Laurent dan Julien Lambroschini.

— Day 06: Your favorite comedy movie —
>> The Exterminating Angel (1962), sutradara dan penulis naskah: Luis Buñuel.

— Day 07: A movie that makes you happy —
>> The Discreet Charm of the Bourgeoisie (1972), sutradara: Luis Buñuel, penulis naskah: Jean-Claude Carrière dan Luis Buñuel.

— Day 08: A movie that makes you sad —
>> Blue Valentine (2010), sutradara: Derek Cianfrance, penulis naskah: Cami Delavigne, Joey Curtis, dan Derek Cianfrance.

— Day 09: A movie that you know practically the whole script of —
>> The Martian (2015), sutaradara: Ridley Scott, penulis naskah: Drew Goddard.

— Day 10: Your favorite director —
>> Luis Buñuel.

— Day 11: Your favorite movie from your childhood —
>> Toy Story (1995), sutradara: John Lasseter, penulis naskah: Joss Whedon, Andrew Stanton, Alec Sokolow, dan Joel Cohen.

— Day 12: Your favorite animated movie —
>> World of Tomorrow (2015), sutradara dan penulis naskah: Don Hertzfeldt.

— Day 13: A movie that you used to love but now hate —
>> Jelangkung (2001), sutradara: Jose Poernomo dan Rizal Mantovani, penulis naskah: Rizal Mantovani.

— Day 14: Your favorite quote from any movie —
>> “Why so serious?” dan “Introduce a little anarchy. Upset the established order, and everything becomes chaos. I’m an agent of chaos. Oh, and you know the thing about chaos? It’s fair!” dari The Joker (diperankan oleh Heath Ledger) dalam The Dark Knight (2008) garapan Christopher Nolan.

— Day 15: The first movie you saw in theaters —
>> Mighty Morphin Power Rangers: The Movie (1995), sutradara: Bryan Spicer, penulis naskah: Arne Olsen.

— Day 16: The last movie you saw in theaters —
>> Istirahatlah Kata-kata.

— Day 17: The best movie you saw during the last year —
>> The Shallows (2016), sutradara: Jaume Collet-Serra, penulis naskah: Anthony Jaswinski.

— Day 18: A movie that disappointed you the most —
>> Aloft (2014), sutradara dan penulis naskah: Claudia Llosa.

— Day 19: Your favorite actor —
>> (((((tidak ada)))))

— Day 20: Your favorite actress —
>> Mélanie Laurent.

— Day 21: The most overrated movie —
>> 9 Summers 10 Autumns (2013), sutradara: Ifa Isfansyah, penulis naskah: Iwan Setyawan, Ifa Isfansyah, dan Fajar Nugros. (Sampai detik ini, saya masih beranggapan bahwa nyaris semua film Indonesia itu overrated.)

— Day 22: The most underrated movie —
>> The Age of Adaline (2015), sutradara: Lee Toland Krieger, penulis naskah: Salvador Paskowitz dan J. Mills Goodloe.

— Day 23: Your favorite character from any movie —
>> The Joker (diperankan oleh Heath Ledger) dalam The Dark Knight garapan Christopher Nolan.

— Day 24: Favorite documentary —
>> The Look of Silence (2014), sutradara: Joshua Oppenheimer.

— Day 25: A movie that no one would expect you to love —
>> Ada Apa dengan Cinta? (2002), sutradara: Rudy Soedjarwo, penulis naskah: Rako Prijanto, Prima Rusdi, dan Jujur Prananto.

— Day 26: A movie that is a guilty pleasure —
>> trilogi The Human Centipede (2009 – 2015), sutradara dan penulis naskah: Tom Six.

— Day 27: Favorite classic movie —
>> Un Chien Andalou (1929), sutradara: Luis Buñuel, penulis naskah: Salvador Dalí dan Luis Buñuel.

— Day 28: Movie with the best soundtrack —
>> Her (2013), sutradara dan penulis naskah: Spike Jonze.

— Day 29: A movie that changed your opinion about something —
>> A Separation (2011), sutradara: Asghar Farhadi, penulis naskah: Mark Matcott dan Asghar Farhadi.

— Day 30: Your least favorite movie —
>> That Obscure Object of Desire (1977), sutradara: Luis Buñuel, penulis naskah: Pierre Louÿs, Jean-Claude Carrière, dan Luis Buñuel.

* * * * *

Setiap manusia pasti memiliki selera masing-masing ketika mencari hiburan (atau, mungkin, pembelajaran) dalam sajian audio-visual. Dan pada akhirnya tidak ada satu orang pun yang bisa mengklaim bahwa selera filmnya lebih bagus ketimbang yang lain. Sebab yang nyata adalah ilusi dan imaji, kita penonton.

Yang terpenting adalah jangan lupa sarapan: kamu butuh asupan makanan bergizi untuk pergi piknik atau berangkat membudak tiap harinya.

Sudah, itu saja. Sekian dan terimakasih. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s