27 #OnePerfectShot: bagian dua

DUA ribu tujuh belas!

Almanak 2016 sudah resmi masuk keranjang sampah. Semua manusia sibuk berkontemplasi, setelah semalam keluar ke jalanan merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang paling meriah. Dan hari ini, ketika separuh tubuh dan jiwa mulai terbebas dari euforia pergantian tahun, resolusi mulai dikoar-koarkan dengan berbagai cara, dengan bermacam-macam intonasi, dan dengan segala tendensi atau maksud tersendiri.

Harapan untuk menjadi individu baru yang lebih baik kembali dinyalakan, meski sepertinya tidak ada yang cukup berani (atau sinting) untuk mencoba menjadi berbeda dari kebanyakan, untuk mencoba keluar dari kumpulan domba domestik, untuk mencoba melenceng dari kewajaran dan rutinitas harian — meski cuma sesekali dalam tempo yang sebentar saja.

Semua orang mencoba melupakan setiap rasa sakit dari kekalahan yang diterima pada tahun kemarin, untuk kemudian berharap bisa menampung kemenangan yang dijanjikan oleh para wakil tuhan di atas Bumi tahun ini. Sementara di pojokpojok sepi, sepasang burung hering telah bersiap menyantap bangkai apa pun yang telah dihajar sedemikian buruknya oleh kenyataan dan tergeletak tidak berdaya di tepian sungai kehidupan.

Terakhir kali saya ikut berbaur di tengatengah kumpulan manusia dalam satu tempat untuk merayakan malam pergantian tahun adalah pada 2011 lalu. Setelah itu, saya lebih memilih melewati malam pergantian tahun dengan sunyi ditemani satu-dua bungkus rokokputih, tiga-empat cangkir kopihitam, dan beberapa kawan yang saya pilih secara selektif. Bukan apa-apa, bukan juga karena alasan filosofis atau sebab receh lainnya: saya sudah terlalu muak berada di tengahtengah kumpulan manusia yang begitu banyaknya dalam satu tempat, sudah terlampau malas untuk berpura-pura larut dalam sukacita yang banal! Kesunyian memang menakutkan, namun juga menenangkan pada saat yang bersamaan.

Ah sudahlah. Sebelum ini, saya sudah mencoba melewati banalitas hidup harian dengan melakukan berbagai macam kesenangan, salah satunya adalah dengan menonton puluhan film dan di bawah ini adalah kumpulan satu potret sempurna atau one perfect shot dari puluhan karya sinematik yang telah saya tonton itu — bersama sang kekasih atau sendiri. Sama seperti bagian satu, 27 gambar yang ada dalam daftar bagian dua ini saya bikin tidak berdasarkan urutan atau peringkat tertentu. Semua yang ada di sini, bagi saya, adalah gambar yang sempurna dan indah.

1/27 — Inside Llewyn Davis (2013) || Sinematografer: Bruno Delbonnel || Sutradara: Coen Bersaudara

01-inside-llewyn-davis-2013

2/27 — The Intouchables (2011) || Sinematografer: Mathieu Vadepied || Sutradara: Éric Toledano dan Olivier Nakache

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Mathieu Vadepied. (gambar: OPS)

3/27 — The Shallows (2016) || Sinematografer: Flavio Labiano || Sutradara: Jaume Collet-Serra

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Flavio Labiano.

4/27 — Wristcutters: A Love Story (2006) || Sinematografer: Vanja Cernjul || Sutradara: Goran Dukic

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Vanja Cernjul. (gambar: IMDb)

5/27 — The Good Dinosaur (2015) || Sinematografer: Sharon Calahan dan Mahyar Abousaeedi || Sutradara: Peter Sohn

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Sharon Calahan dan Mahyar Abousaeedi. (gambar: IMDb)

6/27 — Bridge to Terabithia (2007) || Sinematografer: Michael Chapman || Sutradara: Gabor Csupo

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Michael Chapman. (gambar: IMDb)

7/27 — Fifty Shades of Grey (2015) || Sinematografer: Seamus McGarvey || Sutradara: Sam Taylor-Johnson

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Seamus McGarvey. (gambar: IMDb)

8/27 — Punishment Park (1971) || Sinematografer: Peter Smokler dan Joan Churchill || Sutradara: Peter Watkins

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Peter Smokler dan Joan Churchill. (gambar "champselyseesfilmfestival.com")

9/27 — Donnie Darko (2001) || Sinematografer: Steven B. Poster || Sutradara: Richard Kelly

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Steven B. Poster. (gambar: OPS)

10/27 — Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013) || Sinematografer: Yudi Datau || Sutradara: Sunil Soraya

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Yudi Datau. (gambar: "My Dirt Sheet")

11/27 — World of Tomorrow (2015) || Sinematografer: Don Hertzfeldt || Sutradara: Don Hertzfeldt

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Don Hertzfeldt. (gambar: "The Film Experience")

12/27 — Midnight Special (2016) || Sinematografer: Adam Stone || Sutradara: Jeff Nichols

#OnePerfectShot, sinematografi oleh Adam Stone. (gambar: "Rotten Tomatoes")

13/27 — Run Lola Run (1998) || Sinematografer: Frank Griebe || Sutradara: Tom Tykwer

13-run-lola-run-1998

14/27 — Goodnight Mommy (2014) || Sinematografer: Martin Gschlacht || Sutradara: Veronika Franz dan Severin Fiala

14-goodnight-mommy-2014

15/27 — 500 Days of Summer (2009) || Sinematografer: Eric Steelberg || Sutradara: Marc Webb

15-500-days-of-summer-2009

16/27 — Inglourious Basterds (2009) || Sinematografer: Robert Richardson || Sutradara: Quentin Tarantino

16-inglourious-basterds-2009

17/27 — Respire (2014) || Sinematografer: Arnaud Potier || Sutradara: Mélanie Laurent

17-respire-2014

18/27 — Beginners (2010) || Sinematografer: Kasper Tuxen || Sutradara: Mike Mills

18-beginners-2010

19/27 — Nymphomaniac (2013) || Sinematografer: Manuel Alberto Claro || Sutradara: Lars von Trier

19-nymphomaniac-2013

20/27 — Dancer in the Dark (2000) || Sinematografer: Robby Müller || Sutradara: Lars von Trier

20-dancer-in-the-dark-2000

21/27 — Melancholia (2011) || Sinematografer: Manuel Alberto Claro || Sutradara: Lars von Trier

21-melancholia-2011

22/27 — Carol (2015) || Sinematografer: Edward Lachman || Sutradara: Todd Haynes

22-carol-2015

23/27 — Dogville (2003) || Sinematografer: Anthony Dod Mantle || Sutradara: Lars von Trier

23-dogville-2003

24/27 — Antichrist (2009) || Sinematografer: Anthony Dod Mantle || Sutradara: Lars von Trier

24-antichrist-2009

25/27 — Wait Until Dark (1967) || Sinematografer: Charles Lang || Sutradara: Terence Young

#OnePerfectShot; sinematografi oleh Charles Lang. (gambar: OPS)

26/27 — My Fair Lady (1964) || Sinematografer: Harry Stradling || Sutradara: George Cukor

26-my-fair-lady-1964

27/27 — Belle de Jour (1967) || Sinematografer: Sacha Vierny || Sutradara: Luis Buñuel

27-belle-de-jour-1967

[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s