Viva Zapata! (1952)

Liberty, not a word … but a man sitting safely in front of his home in the evening.
— Pablo Gomez

Poster film. (gambar: IMDb)
Poster film. (gambar: IMDb)

EMILIANO Zapata adalah figur penting dalam Revolusi Meksiko pada tahun 1910-20, pemimpin utama dari kelompok petani di Negara Bagian Morelos, dan inspirasi dari aksi gerakan agraria yang disebut dengan Zapatismo — serta menjadi sosok inspirasi bagi kolektif revolusioner Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (EZLN) yang menyatakan perang melawan Negara Meksiko di daerah Chiapas sejak tahun 1994 hingga sekarang. Zapata juga menjadi salah satu ikon dari pergerakan kiri saat ini. Zapata dibunuh oleh Pemerintahan Meksiko pada tahun 1919.

Viva Zapata!, hasil kolaborasi antara Elia Kazan (sebagai sutradara) dan John Steinbeck (sebagai penulis naskah film), dimaksudkan sebagai sebuah film yang menceritakan tentang kisah perlawanan Zapata. Namun setelah selesai menonton film ini saya berani bersumpah untuk mengatakan bahwa film ini bukanlah sebuah film tentang Zapata atau Revolusi Meksiko. Entah metode riset seperti apa yang digunakan oleh Steinbeck dan Kazan ketika menerima tawaran untuk membikin film ini karena banyak sekali kejanggalan dan peristiwa sejarah yang tidak aktual di dalam film ini.

Film ini dibuka dengan adegan melodramatis di mana Zapata muda dan beberapa rekan petaninya dari Negara Bagian Morelos menemui diktator Porfirio Díaz (Fay Roope) di Istana Nasional Meksiko untuk meminta solusi atas sengketa tanah di daerahnya. Marlon Brando berperan sebagai Zapata, dan ini adalah permasalahan utama film ini karena Brando hanya bisa berperan sebagai, guess what, Marlon Brando! Brando didandani sedemikian rupa agar terlihat seperti orang Meksiko, namun dia malah terlihat seperti Marlon Brando dengan kelopak mata yang direkatkan secara aneh. Dalam beberapa adegan, Brando mencoba untuk berbicara menggunakan aksen asli Meksiko yang malah terdengar seperti Speedy Gonzales (salah satu tokoh kartun dalam serial Looney Tunes).

Kazan yang juga seorang mantan komunis mengerjakan film ini setelah dia menjadi saksi untuk House Un-American Activities Committee (HUAC) pada saat Hollywood blacklist di era ‘50an. Dan film ini sedikit-banyak disisipi dengan kepentingan politik propaganda Amerika Serikat. Dalam satu adegan menampilkan utusan dari Francisco Indalecio Madero (salah satu tokoh pemberontak Meksiko yang hidup dalam pengasingan di Texas, Amerika Serikat — diperankan oleh Harold Gordon) menjelaskan betapa hebatnya Amerika Serikat kepada Zapata: “Up there they protect political refugees! Up there they’re a democracy! Up there they have a president, but he governs with the consent of the people!

Madero digambarkan Kazan sebagai sosok yang naif dan tolol dalam film ini. Kenaifan dan ketololan Madero ditunjukkan dalam adegan ketika dia sama sekali tidak menyadari bakal dibunuh sampai akhirnya regu tembak mulai menembakinya hingga tewas. Namun Madero sebenarnya tidaklah setolol dan senaif gambaran Kazan. Dalam beberapa literatur sejarah, kalimat terakhir yang diucapkan Madero kepada seorang petugasnya ketika dijemput untuk dibawa ke tempat eksekusi menyiratkan bahwa dia sepenuhnya tahu dan paham apa yang bakal terjadi selanjutnya: “Adiós, my general. I shall never see you again.” Victoriano Huerta — seorang jenderal yang memerintahkan pembunuhan Madero, diperankan oleh Frank Silvera — ditampilkan berada di dalam mobil untuk menyaksikan Madero dieksekusi oleh regu tembak, namun dalam sejarah yang lebih aktual, Huerta sama sekali tidak hadir di tempat eksekusi.

Yang lebih bermasalah adalah Kazan menampilkan Zapata sebagai seorang yang buta huruf. Salah satunya adalah adegan pada malam perkawinan Zapata ketika istrinya, Josefa Zapata (Jean Peters), mencoba membujuk Zapata untuk melakukan seks, namun Zapata malah gelisah karena dia tidak bisa membaca dan meminta pertolongan Josefa agar mau mengajarinya membaca. Namun Zapata, meskipun dia adalah petani miskin, sebenarnya tidaklah buta huruf.

Viva Zapata! adalah film yang berisi perpaduan konyol antara pujian untuk revolusioner kiri-radikal dengan propaganda taik-kucing pro-Amerika Serikat. Film ini tidak menawarkan apa-apa kecuali kesalahan dalam pembacaan sejarah Revolusi Meksiko, kebosanan yang menyebalkan, serta keinginan untuk menonjok Steinbeck, Kazan, dan Brando tepat di hidung mereka bertiga. (Ekspresi wajah Brando di sepanjang film ini benar-benar memuakkan dan mengganggu. Sumpah demi apa pun!)

Dalam satu adegan di bagian akhir film — setelah berhasil membunuh Zapata, seorang jenderal berkata: “Manusia bisa dibunuh, tapi ide tidak bisa dibunuh.” (Namun ide bisa dipelintir kan, Kazan?)

Saya ingin 113 menit yang terbuang percuma gara-gara menonton film ini dikembalikan! []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s