The Act of Killing (2012)

Poster film ("Nobodycorp.")
Poster film (“Nobodycorp.”)

THE Act of Killing karya Joshua Oppenheimer ini adalah film dokumenter tentang pembantaian orang-orang (yang dituduh) komunis di Indonesia pada pertengahan ‘60an yang diambil dari sudut pandang para penjagalnya. Film ini menjadi fenomena dan topik pembicaraan di mana-mana, terutama di kalangan aktivis dan pegiat hak asasi manusia. Film ini berfokus pada penuturan Anwar Congo tentang tindakan yang dia lakukan dalam membantai orang-orang (yang dituduh) komunis di Medan, Sumatera Utara. Anwar — dibantu oleh beberapa kawannya dan pihak-pihak negara — melakukan pembunuhan menggunakan metode melilitkan kawat di leher korban. Di akhir film, Anwar secara sepintas mempertanyakan kembali dan mengaku menyesal telah terlibat dalam tragedi kemanusiaan paling kejam di Indonesia pada saat itu. Anwar mengaku dihantui rasa bersalah yang teramat dalam.

Apa yang sebenarnya dirasakan seorang manusia ketika membunuh manusia (atau, bahkan, makhluk hidup) lainnya yang sudah tidak berdaya dengan menggunakan kawat, atau media/alat lainnya? Mungkin tidak ada, atau mungkin malah merasakan adanya gairah dan hasrat yang membuncah. Jika setelah melakukan pembunuhan, muncul perasaan bersalah yang begitu buruk dan mengganggu batin si pembunuh, bagaimana mungkin hal-hal seperti itu masih terus-menerus terjadi di seluruh penjuru dunia dalam bentuk dan kasus, serta alasan, yang berbeda-beda. Dalam film ini, Anwar malah menuturkan bahwa dia melakukan pembunuhan dalam kondisi mabuk dan perasaan sukacita sembari menari-nari kecil.

Mungkin Sigmund Freud benar adanya ketika mengatakan bahwa “kita, para manusia, adalah penerus dari sejarah panjang para pembunuh yang tidak ada ujungnya di mana hasrat membunuh terus mengalir dalam darah kita sebagai manusia”. Pada dasarnya, semua manusia adalah pembunuh dan pelacur! Hal yang bisa menghalangi kita semua berubah menjadi pembunuh dan pelacur adalah tanggung jawab dan rasa bersalah yang dibebankan kepada kita oleh manusia lainnya.

Berikan revolver kepada beberapa orang secara acak. Selama mereka tidak perlu bertanggung-jawab dengan apa-apa yang mereka lakukan menggunakan revolver itu, dan sepanjang mereka tetap aman, maka mereka bakal dengan senang hati menjadi mesin penyiksa dan pembunuh. Contoh kasus selain pembantaian orang-orang (yang dituduh) komunis pada pertengahan ‘60an di Indonesia adalah 101st SS Heavy Panzer Battalion, salah satu divisi Nazi saat Perang Dunia II dulu. Divisi ini beranggotakan orang-orang “biasa”, bukan anggota loyalis Nazi, dan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Nazi merekrut 500 orang secara acak untuk dipekerjakan di divisi ini pada tahun 1942 dan mengirim mereka ke Polandia — tidak ada paksaan dalam proses perekrutan tersebut. Dalam 16 bulan, divisi ini membunuh sekitar 40.000 Yahudi, tidak peduli korbannya itu lelaki, perempuan, anak-anak, manula — pokoknya Yahudi ya langsung dibabat habis. Divisi ini juga pemasok paling rajin bagi kamp-kamp konsentrasi Nazi: tercatat divisi ini mengirim hampir 50.000 Yahudi dalam waktu kurang dari setahun.

Pada akhirnya, The Act of Killing bukanlah sebuah film yang menggambarkan betapa tidak manusiawinya Anwar Congo dan kawan-kawan penjagalnya, melainkan film ini menunjukkan kepada kita tentang siapakah sebenarnya makhluk hidup bernama manusia itu, dan sesungguhnya semua manusia memiliki potensi gelap yang begitu mengerikan. Serta, potensi gelap itu harus diakui, diwaspadai, dan pada akhirnya, diterima sebagai bagian dari diri kita — para manusia anggota subspesies Homo Sapiens sapiens.

Jadi masih yakin bahwa manusia itu pada dasarnya makhluk baik hati? Kita semua berada dalam siklus kekerasan yang tidak bakal pernah bisa terputus. Sejarah manusia penuh dengan darah dan bangkai, dan kita menjalani hidup di atas tumpukan bangkai dan genangan darah manusia lainnya. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s