Bridge to Terabithia (2007)

Poster film (IMDb)
Poster film (IMDb)

JESS Aarons (diperankan oleh Josh Hutcherson) adalah bocah penyendiri kelas lima SD, seorang seniman muda yang menemukan pelipur lara dalam pensil dan buku gambar. Jess selalu ditindas oleh sekelompok pengganggu di sekolahnya, sementara di rumah dia juga menerima perlakuan bullying dari tiga kakak perempuannya (Joyce Aarons [Grace Brannigan], Ellie Aarons [Emma Fenton], dan Brenda Aarons [Devon Wood]) dan bersusah-payah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ayahnya (Jack Aarons [diperankan oleh Robert Patrick]) yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Kehidupan Jess menjadi sedikit lebih ceria dan berwarna dengan kehadiran Leslie Burke (diperankan oleh AnnaSophia Robb) yang baru saja pindah di sebelah rumahnya. Sama seperti Jess, Leslie adalah seorang seniman muda — atau lebih tepatnya: penulis muda — dan berbeda dengan kebanyakan anak seumurannya. Leslie dan Jess kemudian menjadi sahabat karib, dan melarikan diri ke dunia imajiner di mana mereka bisa mengontrol dan melakukan hal yang tidak bisa mereka kontrol/lakukan di dunia nyata.

Premis Bridge to Terabithia itu mungkin terdengar seperti sebuah setup cerita tentang ketidak-mampuan untuk berurusan atau mengatasi hal-hal yang ada di dunia nyata yang pada akhirnya menuntun karakter utamanya untuk memilih eskapisme ke dunia imajiner — namun yang jelas, ini bukanlah sebuah kisah yang menceritakan tentang efek buruk dari kecenderungan untuk menciptakan dunia imajiner sebagai pelarian diri. Dalam jalinan persahabatan yang akrab, Leslie dan Jess menemukan kesamaan imajinasi satu sama lain. Leslie dan Jess menciptakan dunia mereka sendiri agar mereka bisa bermain-main menggunakan imajinasi, agar mereka bisa menjauh — meski cuma sebentar — dari masalah di kehidupan nyata mereka. Melebihi itu semua: dunia imajiner tersebut membantu mereka tumbuh agar bisa mencerna dan memahami masalah yang mereka hadapi di kehidupan nyata, mulai dari ketidak-acuhan orangtua, para penindas/pengganggu, sampai seorang ayah yang bekerja terlalu keras.

Ini adalah sebuah film yang indah dan cerdik. Ini adalah film drama-fantasi keluarga yang langka, yang tidak terkesan membodohi atau meremehkan kecerdasan penontonnya. Ketika menonton film ini, saya bisa duduk dengan khidmat di depan laptop dan benar-benar dibikin melongo-terpesona dengan apa-apa yang sedang tampil di layar, mulai dari penciptaan bertahap dari Kerajaan Terabithia oleh Leslie dan Jess sampai dengan penggambaran realistis dari kehidupan sekolah dan keluarga Jess — bagi saya, semua itu terasa begitu nyata.

Saya menikmati film ini dari awal sampai akhir. Saya menyukai penggunaan efek komputernya yang tidak berlebihan, karakter-karakternya yang terasa asli, naskah filmnya yang tidak terkesan membodohi, plotnya yang dikemas dengan bagus dan rapi, serta, yang paling utama, semuanya tampak benar-benar nyata. Sangat jarang ada sebuah film drama-fantasi keluarga yang sepenuhnya yakin dengan potensi dan kemampuannya untuk menghibur penonton. Begitu hidup dan emosional.

Robb dan Hutcherson mampu menampilkan kinerja akting yang meyakinkan. (Khususnya Robb yang, duh gusti kanjeng ratu, terlihat menggemaskan, nyentrik, dan cerdas.) Jalinan persahabatan Leslie dan Jess dikembangkan dengan cara yang enak untuk dinikmati, tulus dan tidak pretensius: canggung pada awalnya, namun kemudian mampu tumbuh dan berkembang karena mereka berdua menyadari adanya banyak kesamaan di antara mereka berdua. Para pemeran pendukung di film ini juga menampilkan kinerja yang tidak setengah-setengah dalam memainkan karakternya masing-masing — seperti: Patrick sebagai Jack (ayahnya Jess), Bailee Madison sebagai May Belle Aarons (adiknya Jess), dan Zooey Deschanel sebagai Ms. Edmunds (guru musiknya Jess di sekolah) — ketika plot cerita membutuhkan kehadiran mereka di layar.

Bridge to Terabithia merupakan debut layar lebar dari sutradara berkebangsaan Hungaria-Amerika, Gábor Csupó. Dari artikel Wikipedia yang saya baca, sebelum menyutradarai film ini Csupó terlibat dalam beberapa proyek film kartun yang diproduksi oleh Nickelodeon Animation Studio seperti The Wild Thornberrys (1998 – 2004) dan Rugrats (1991 – 2004). Dengan Bridge to Terabithia, Csupó telah berhasil menyampaikan sebuah film yang benar-benar indah dan fantastis, menyuntikkan kelembutan hati dalam prosesnya. Penulis naskah filmnya, Jeff Stockwell dan David L. Paterson, juga layak mendapatkan pujian sebab mampu mengadaptasi novel dengan judul yang sama karangan Katherine Paterson menjadi sebuah karya sinematik yang menakjubkan, menggugah, dan emosional. David merupakan putra dari Katherine, dan hal itu menjadi semakin menarik dan sentimentil setelah mengetahui fakta bahwa Katherine menulis novel tersebut khusus untuk David ketika putranya itu membutuhkan bantuan untuk berurusan dengan beberapa aspek kehidupan. Saya tidak tahu secara spesifik tentang hal itu, beberapa artikel yang saya baca di internet tidak menceritakan detailnya, namun yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa fakta itu membikin film ini menjadi semakin menarik.

Ketika tragedi mulai menampakkan dirinya di rangkaian third act, film ini dengan tegas mendasarkan plot ceritanya pada kenyataan di mana kematian adalah akhir yang memilukan — dan kesedihan (atau, dalam konteks film ini, rasa bersalah Jess) bakal sulit untuk dihilangkan. Bridge to Terabithia merupakan sebuah kisah manis yang sangat menyentuh, berisi keindahan dari perpaduan antara imajinasi dan kenyataan dalam takaran yang pas.

Menakjubkan. Menyenangkan. Memilukan. Cerdas.

Kepala saya dipenuhi nostalgia samar-samar tentang betapa membahagiakan dan ajaibnya masa kecil yang saya lewati dulu bersama kawan-kawan (yang sekarang entah berada di mana) saat menulis ulasan ini. Dan saya tidak bakal mengatakan apa-apa lagi di sini! []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s